Kisah Satwa Langka Indonesia – Behind the Scene

satwa langka sampul

Mencari Ide

Waktu menulis buku ini, saya yang mencari ide, bukan ide yang mencari saya. Jadi saya memang berusaha menemukan ide. Waktu itu saya baru saja selesai mengikuti kursus menulis cerpen anak yang diadakan oleh Teh Ary Nilandari. Jadi ilmunya benar-benar masih segar. Hasrat saya adalah menulis kumpulan cerpen yang Indonesia, dan ketemulah gagasan ini: cerita tentang satwa langka yang hidup di Indonesia.

Saya sadar benar, tema ini sudah banyak diangkat penulis lain, sudah umum. Tantangannya adalah bagaimana membuat cerita pendek bertema satwa langka yang tidak pasaran. Setelah berpikir-pikir, mengkhayal-khayal, merenung-renung, terbengong-bengong, akhirnya saya menemukan hal yang mungkin (dan saya harap) akan menjadi pembeda karya saya:

  • Saya akan membuat cerita dalam sudut pandang pertama, artinya dari sudut pandang si binatang yang menjadi tokoh utama.
  • Titik berat cerita adalah masalah pelestarian species, lebih khususnya derita dan permasalahan hidup si binatang dalam menghadapi, misalnya, bahaya pembalakan liar, polusi habitat, perburuan gelap, perdagangan ilegal, dan semacamnya.
  • Obyektif dari buku ini adalah untuk menimbulkan kesadaran dari pembaca cilik untuk menjaga kelangsungan hidup satwa langka (aiih, kata-kata saya sudah mirip textbook pelajaran sekolah)

Proses Menulis

Setelah merasa yakin dengan ide, proses menulis pun dimulai. Langkah-langkah yang dilakukan :

1. Menentukan format

Niat saya adalah membuat kumpulan cerita dimana satu cerita terdiri dari 300 karakater. Satu cerita dipenggal menjadi 4 paragraf, 1 paragraf akan dilengkapi satu gambar ilustrasi. Jadi satu cerita terdiri dari 4 halaman buku. Supaya cukup tebal, satu buku akan terdiri dari 20 cerita, jadi total seluruh buku sekitar 80 halaman.

2. Menentukan karakter

20 cerita pendek berarti 20 satwa langka. Saya harus mencari 20 satwa yang benar-benar kelahiran Indonesia, warga negara asli yang keberadaannya terpinggirkan dan hampir punah. Ternyata agak sulit juga mencari satwa langka unik sebanyak itu 🙂

3. Riset dan Menulis

Setelah langkah no. 2 di atas selesai. Proses menulis pun dilakukan. Pertama tentu harus riset dulu, karena cerita ini berdasarkan fakta maka riset harus dilakukan dengan teliti dan sebanyak-banyaknya. Saya sempat menonton film dokumenter dari NGC (National Geographic) di YouTube tentang burung yang hidup di Papua. Saya juga mengubek-ngubek youtube demi mendapat cuplikan berita penggerebakan usaha penyelundupan trenggiling di lepas pantai Sumatera (yang sukses membuat saya bergidik melihat binatang cute imut itu diinjak-injak ekornya…) Selain itu ada beberapa bahan yang saya dapatkan dari buku-buku. Proses penulisan cukup cepat, dua minggu. Mungkin karena satu cerita hanya 300 huruf saja, jadi konfliknya hanya satu dan linear.

4. Mencari Penerbit

Proses mencari penerbit tidak semulus proses penulisan buku ini. Setelah sempat ditolak oleh satu penerbit besar, saya agak-agak melupakan naskah ini karena sibuk dengan proyek novel. Saya baru ingat lagi pada naskah ini saat teman kelas online menulis saya Mas Sinyo Egie memperkenalkan saya pada Mbak Lutfia, editor dari Penerbit Wahyu Media. Saya beranikan diri mengirim naskah ke Mbak Lutfia dan ternyata lolos seleksi. Hore!

5. Editing dan Ilustrasi

Dalam proses editing, ada satu dua cerita yang harus dirubah karena kurang sesuai untuk anak, seperti misalnya proses perburuan badak yang dipotong culanya (scene ini terlalu “kejam” untuk anak-anak, jadi penggambaran sedikit dihaluskan. Lalu ada juga perubahan scene yang menggambarkan transaksi di toko binatang eksotik (yang mungkin ilegal).

Ilustrasi dikerjakan oleh mas Endy Astiko dan prosesnya lumayan lancar.

Selang beberapa bulan, penampakan buku pun kelihatan. Cuplikan isi buku saya berikan di bawah ini:

Satwa langka isi edit

Oke, demikian saja kisahnya. Semoga bermanfaat ya. Saya tidak punya tips atau kiat-kiat karena saya hanya penulis amatiran yang hanya punya dasar ilmu dan teori ala kadarnya, saya hanya punya pengalaman saja untuk dibagi-bagi. Semoga bermanfaat.

Iklan