Mendongeng Bersama Anak-Anak Guardian Angel

Pada awal Januari tahun 2017 saya diminta untuk mengisi acara mendongeng bersama anak-anak Panti Asuhan Guardian Angel. Kegiatan ini adalah rangkaian kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) di kantor tempat saya bekerja. Sebenarnya pemberitahuannya mendadak, hanya 2 hari sebelum hari H, tetapi ya, okelah, sepertinya saya juga sedang butuh piknik, jadi kegiatan mendongeng ini pasti bisa jadi sarana refreshing 🙂

Tentang Panti Asuhan Guardian Angel

Serius, sebelumnya saya belum pernah mendengar nama yayasan yang alamatnya di Bekasi ini. Informasi yang tersedia di internet juga minim. Tetapi saya dapat info bahwa kebanyakan anak di panti ini adalah anak laki-laki berusia SD klas 3 hingga klas 6.

Saya baru mendengar detail tentang panti ini saat sudah di lokasi pada hari H dari para biarawati yang mengelola panti ini. Ternyata anak-anak di sini semuanya berasal dari Nias. Mereka semua kehilangan orang tua saat bencana tsunami menyapu pulau itu tahun 2005. Saat itu anak-anak ini masih bayi. Jadi, ceritanya, saat bencana datang, tim SAR memprioritaskan untuk menyelamatkan bayi-bayi karena keterbatasan sumber daya, sementara korban orang dewasa, dianggap bisa menyelamatkan diri sendiri. Tak tahunya, para orang dewasa itu tidak bisa bertahan hidup, maka, jadilah bayi-bayi yang terselamatkan tadi yatim piatu.

IMG-20170128-WA0013

Setelah gempa, anak-anak ini dibawa lari oleh orang dewasa yang masih tersisa ke atas gunung dan semenjak itu tidak berani turun lagi hingga akhirnya dijemput oleh para biarawati ini. Sebenarnya masih banyak anak di sana, namun yang bisa dibawa turun hanya sekitar belasan anak saja karena terkendala surat-surat.

Mendongeng “Mukjizat Dalam Kitab Suci

Oke, setelah ngobrol-ngobol dan makan-makan, gilirannya untuk dongeng-dongeng.Cerita pertama diambil dari buku “Mukjizat Dalam Kitab Suci seri 1”

IMG-20170128-WA0005

Seperti biasa dongeng dilakukan secara interaktif dan full of sound effect. Jadi ada berseru bersama, bercericit ramai ramai dan (pura-pura) menangis bareng.

Bertualang Bersama Pipi Si Burung Yang Tak Mau Terbang

Tadinya mau satu dongeng saja, tapi anak-anak minta lagi. Jadi…karena sepertina anak-anak ini semuanya kelebihan energi, maka saya jadi punya ide untuk melakukan ‘act the story’ alias semua anak harus bertingkah seperti si Pipi. Di sepanjang cerita mereka harus ikut Pipi meloncat-loncat dari punggung gajah ke pundak buaya, ikut menggeliti badak dan bergelayut di ekor si kambing gunung.

Oke! Heboh bersama selesai dan yang paling Kakak Yovita pun memberikan beberapa buku sebagai hadiah kepada yang paling aktif beraction dan menjawab pertanyaan 🙂

IMG-20170128-WA0014

IMG-20170128-WA0010

Semoga acara ini membekas di hati anak-anak seperti halnya kegiatan ini meninggalkan kesan di hati saya…

Iklan