Dari Akatara Pitching Forum : “From Book to Screen” 2019 – Part 3

Setelah proses persiapan yang saya ceritakan di Part 1 dan proses seleksi pertama yang sudah saya gambarkan di Part 2, saya harus menjalani seleksi tahap akhir yang dilaksanakan di Hotel Sultan bersamaan dengan program Akatara lainnya.

Dalam seleksi akhir, saya harus melakukan presentasi, maka saya pun harus membuat “Pitch Deck” untuk buku saya. Saya belum pernah membuat pitch deck sebelumnya, jadi saya belajar dari internet. Coba saja googling dengan kata kunci “movie pitch deck”, pasti banyak sumber bertebaran untuk bisa dijadikan referensi.

Ini beberapa cuplikan dari pitch deck saya.

Apa saja yang harus ada dalam sebuah pitch deck?

  1. Premise – what your story is all about
  2. Synopsis dan Plot Outline – seperti apa jalan ceritanya (singkat saja)
  3. Character – siapa dan seperti apa tokoh utama dalam cerita
  4. Setting – di mana cerita terjadi
  5. Logline – konsep cerita yan akan difilmkan dalam satu atau dua kalimat saja.
  6. Comparative production – film-film lain yang sudah ada di market yang kira-kira serupa dengan film yang akan dibuat
  7. Target audience – dalam pitch saya, target audiencenya adalah anak-anak

Pitch deck yang saya buat berkali-kali direvisi sesuai dengan masukan dari Mbak Dikha dari KPG, Mbak Dewi dari KBN dan Ibu Linda dari Asosiasi Produser film Indonesia. Masukan dari Mbak Dewi dan Ibu Linda didapat dua hari sebelum hari H Presentasi, jadi semua revisi dilakukan di menit-menit terakhir.

Suasana di Booth “From Book to Screen” di Forum Akatara di Hotel Sultan

Presentasi dilakukan di hadapan juri : Edwin Nazir (produser Angka Fortuna Sinema), Meiske Taurisia (produser Aruna dan Lidahnya), Putrama Tuta (sutradara A Man Called Ahok), dan Sheila Timothy (produser Wiro Sableng) dan para tamu undangan yang terdiri dari para investor. Waktu presentasi sangat singkat : 10 menit! Pitching terbaik akan mendapatkan TUTA award dari Tuta Lab untuk dikembangkan menjadi film.

Misteri Kota Tua di Booklet Book to Screen Akatara 2019

Novel Misteri Kota Tua, tidak memenangkan apapun dalam forum ini. Namun banyak sekali yang saya dapatkan : teman baru, pengalaman melakukan pitching dan pemahaman tentang dunia film Indonesia. Beberapa point penting yang saya garisbawahi :

  • Industri film di Indonesia sangat dipengaruhi oleh pasar. Saat ini pasar terbesar adalah remaja dan dewasa muda. Jadi kebanyakan film yang dibuat pun untuk penonton dalam kisaran umur tersebut (mungkin kira-kira anak-anak SMA hingga usia 30an akhir). Film anak-anak selama ini hanya sedikit karena memang pasarnya juga hanya sedikit. Di forum “Book to Screen” sendiri hanya ada 2 novel anak yang masuk dalam 30 besar dan hanya 1 yang lolos ke final (Misteri Kota Tua).
  • Genre yang paling digemari di Indonesia adalah romance dan horor. Jadi jangan heran kalau bioskop isinya film horor melulu karena memang jumlah penontonnya paling banyak.
  • Memang masih ada ruang untuk film-film idealis yang tidak didikte oleh pasar dan seleranya, tetapi tetap produser atau investor akan memperhitungkan faktor ‘marketability’ fim-film seperti ini matang-matang sebelum mengambil keputusan untuk membuat film-film tersebut.
  • Penonton Indonesia tidak suka film dengan tema yang berat-berat. Ringan dan menghibur itu yang jadi favorit. Beberapa masukan yang saya dapat adalah tentang tema buku saya yang dianggap terlalu serius. Tema sejarah yang sarat nilai budaya, dan pengetahuan bukanlah tema yang mudah untuk digarap dan cenderung tidak menarik. Logline saya : sebagai sebuah cerita dengan tema “Diversity” dianggap bagus sekali, penting dan perlu. Namun tema ini harus dikemas sedemikian rupa, sehingga saya tambahkan juga kata-kata ‘fun thrilling adventure’ untuk mengesankan cerita yang seru dan penuh petualangan.

Demikian cerita saya. Lalu selanjutnya bagaimana? Masih tertarik untuk membuat buku saya menjadi karya visual? Mungkin. Kalau kesempatannya ada. Tetapi saat ini sepertinya saya akan fokus untuk menulis saja dulu. Thanks for reading part 1 to part 3 – semoga sharingya bermanfaat.

Ditandai sebagai: