Dari Akatara Pitching Forum “From Book to Screen” 2019 – Part 2

Melanjutkan artikel sebelumnya Dari Pitching Forum : “From Book to Screen” – Part 1, sekarang saya akan sharing pengalaman mengikuti seleksi tahap 1 di Festival LitBeat di Perpustakaan Nasional Jakarta tanggal 2-3 Sep 2019.

Jadi, selama kegiatan LitBeat, 30 besar penulis yang lolos pada tahap pertama mendapatkan satu panel yang akan ditempatkan di sebuah ruangan khusus. Panel itu berisi informasi buku dan biografi penulis. Beginilah penampakan panel untuk buku Misteri Kota Tua

Profil dan Biografi penulis juga ditampilkan dalam Booklet LitBeat Festival dengan penampilan seperti ini :

Pengalaman berharga yang bisa didapat dari seleksi tahap satu ini adalah perkenalan dengan sesama penulis lainnya, reuni dengan teman lama, perkenalan dengan pengunjung LitBeat yang kebetulan datang melihat-lihat panel kami (ada anak-anak muda dari komunitas, guru dan pelajar), bisa mengikuti beberapa sesi dalam Festival LitBeat for free, dan juga mendapatkan sharing pengalaman dari teman-teman dari KBN dan BPI.

Beberapa informasi yang penting dalam dunia pengalihwahanaan dari buku ke film yang sempat saya catat dari berbagai sharing selama event :

Penulis biasanya hanya memiliki copyright untuk text di dalam sebuah buku, tetapi tidak memegang copy right untuk ilustrasinya (yang mungkin menjadi penting untuk film animasi). Biasanya pula hak untuk pengalihwahaan juga tidak ada pada penulis tetapi pada penerbit, kecuali untuk buku-buku yang memang sudah habis masa kontraknya. Maka dari itu penulis perlu untuk mencermati isi kontrak penerbitan buku terlebih dahulu sebelum menjajakan bukunya pada produser atau production house.

Untuk menjajagi kemungkinan alih wahana, ada jasa agen khusus yang memang pekerjaannya adalah menjembatani penulis dengan produser atau production house. Jangan ragu untuk menggunakan jasa agen ini karena memang banyak lika-liku alihwahana yang mungkin di luar lingkup expertise penulis termasuk urusan kontrak jual beli right dengan produser atau production house.

Kriteria yang akan dipertimbangkan produser atau production house saat menentukan apakah sebuah buku akan dijadikan film atau tidak selain angka penjualan buku yang sudah pernah saya singgung di artikel pertama, juga :

  • Apakah buku tersebut sudah memiliki basis pembaca yang cukup banyak, setia dan kuat, dan seberapa besar kemungkinan basis pembaca ini akan menonton filmnya.
  • Biaya pembuatan film. Buku-buku yang berseting di luar negeri atau berseting di masa lalu akan membutuhkan biaya yang cukup besar, apalagi kalau ceritanya bersumber dari kisah kolosal. Film yang melibatkan anak-anak juga memiliki kerumitan tersendiri, karena anak-anak harus didampingi orangtua, atau keluarga, harus memperhatikan jadwal sekolah, dan karakter anak yang kadang sulit ditebak emosinya. Begitu juga cerita yang membawa-bawa binatang sebagai tokoh utama.

Setelah melalui rangkaian kegiatan selama dua hari, diumumkan siapa-siapa saja 10 penulis yang masuk dalam babak final, and surprisingly, Misteri Kota Tua bisa lolos!

Bagaimana saya menjalani seleksi tahap akhir akan saya ceritakan di artikel selanjutnya : Dari Akatara Pitching Forum : “From Book to Screen” 2019 – Part 3

Ditandai sebagai: