Membuka Presentasi Dengan Dongeng

Beberapa bulan lalu, saya mendapat tugas untuk memberikan sharing session di tempat saya bekerja sesuai dengan bidang pekerjaan yang saya geluti. Judul sesi saya kurang lebih berbunyi : “Bla bla bla…..  C***m Case Studies” (please do not ask me what in the world it is). Audience terdiri dari para pemula (atau yang merasa pemula) di industri yang saya tekuni setiap hari kerja dari jam 8 pagi hingga jam 5 sore.

Materinya tentu menarik… buat saya. Buat audience? Isi presentasi mungkin bisa membuat orang yang waras menjadi mendadak ingin mencakar-cakar pohon beringin. Singkatnya, menjemukan.

Jadi, saya harus memulai sesi saya dengan elegan menarik supaya sejak awal penonton tidak keburu kehilangan minat dan bubar satu-satu. And, what could be more captivating and mind thrilling than stories? Iyes, apalagi yang bisa menawan hati permirsa selain dongeng? Orang dewasa pun suka didongengi (katanya). Jadi mission set! Saya akan memulai presentasi dengan membaca sebuah dongeng dari salah satu buku yang saya tulis!

Dongeng yang mana? Secara ajaib, hanya ada satu nama yang muncul di kepala saya saat itu yaitu : POPO si Bintang Rock! Yeay! Masih ingat Popo kan? Si landak biru berambut jabrik dan bersuara antik bagaikan bintang rock? Nah Popolah yang akan menjadi bintang pembuka dalam show presentasi.

Popo Si Bintang Rock

Jadi dimulailah sesi dongeng, erg, maksudnya, sesi presentasi saya… Popo the Porcupine dalam cerita : “There is a Monster in my Closet!”

Book2 (1)_Page_01

Eglamour

Dan… emejing! Suasana mendadak hening! Ternyata benar! Tidak ada yang bisa lebih menyerap perhatian dibanding dongeng. Dongeng yang keren, tentu saja. Ehem!

Tiba-tiba… THUMP! THUMP! Semua melonjak, itukah suara the monster in Popo’s closet? Eeeh, ternyata makanan dan minuman datang! Yang mencekam, menjadi ceria lagi. Ketegangan mengendur.

Baik. Lanjut. Hening lagi.

Setelah dongeng selesai dibacakan, saya sedikit berceramah. Kenapa saya membacakan cerita ini? Karena, sesuatu yang tidak kita tahu cenderung membuat kita takut, seperti si Popo yang ketakutan karena dia belum tahu apa yang menyebabkan suara-suara aneh dalam lemarinya. Karena itulah kita belajar di dalam sesi ini. Supaya mendapatkan pengetahuan, sehingga kita tak lagi takut apabila dihadapkan pada kasus-kasus serupa di dalam pekerjaan kita di kemudian hari.

Okeh. Dongeng berlalu. Masuk materi. Untuk membuat audience tetap engage dalam materi maka saya memanfaatkan daya tarik Popo dengan menjadikannya nama tokoh sentral dalam setiap contoh kasus yang dibahas. Kasus apa? Tentu tidak akan saya bahas atau ceritakan di sini.

Page1-2

Ini gambar Popo and his friends? Lucuk khan? I mean, who can resist them? Karakter Popo diterjemahkan dalam gambar oleh Olivia Ariferiani.

Singkat cerita, presentasi berlalu sudah. At the end of the session, some said, how interesting my session was,  how they like to have it again on other topic, how fun the learning process was, how cute Popo is, etc, etc and…. can they have my book for free *dezig*

Intinya, experimen menggunakan dongeng dengan cara di atas berhasil dengan baik. Supaya posting ini tidak menjadi sekedar curhat belaka, maka saya share sedikit tentang hal-hal yang perlu dipersiapkan jika ingin menggunakan dongeng sebagai pengantar presentasi :

  • Cerita atau dongeng yang dipilih jangan panjang-panjang. 5 menit cukup. Enggak usah pakai novel. Buku cerita bergambar saja. Kalau kepanjangan yang tadinya menarik akhirnya jadi membosankan juga. Lagipula dongeng hanya pembuka, bukan materi utama presentasi.
  • Pilih cerita yang menarik. Definisi “menarik” itu subjectif, jadi trust your insting sajalah.
  • Mau dongeng bebas tanpa buku juga boleh, tapi awas, jangan ngelantur.
  • Anggap audience anak-anak, jadi mendongengnya bisa dengan penghayatan full.
  • Relate your audience with the character in your story and the topic of the session (contohnya saya memberi kesimpulan di akhir dongeng dan menggunakan tokoh Popo sebagai bagian dari materi presentasi).

Popo

Sudah. Segitu aja. Semoga bermanfaat sharingnya. Selamat mencoba bagi yang mau mencoba.

 

Detail buku Popo si Landak Biru ada di SINI

Behind the scene peciptaan Popo si Landak Biru bisa dibaca di SINI

Book Trailer cerita-cerita seru Popo ada di SINI

Intipan Isi buku Popo, bisa dilihat di SINI

Iklan
Ditandai sebagai: