Reading Aloud, Bagaimana Caranya? – Part 1

Posted by

Di suatu pagi, kira-kira minggu lalu, saya mendapat kesempatan untuk mengikuti salah satu kegiatan Komunitas Reading Bug bersama guru-guru PAUD di wilayah Bogor. Kegiatan ini masih dalam satu rangkaian kegiatan CSR perusahaan tempat saya bekerja. Yang lebih menyenangkan lagi, saya sempat masuk ke kelas Ibu Rossie Setiawan, ketua Komunitas Reading Bug dan mendengarkan ilmu-ilmu segar langsung dari beliau. Dari acara tersebut ada beberapa hal yang disharingkan terutama mengenai cara-cara melakukan kegiatan “Reading Aloud” baik bagi para guru di sekolah maupun untuk para orangtua yang hobi membacakan cerita untuk anak-anaknya.

Read aloud, apa itu?

Merupakan kegiatan membaca lantang atau membaca bersuara atau membaca cerita. Manfaat dari kegiatan ini antara lain menambah kosakata anak, menyampaikan pesan sosial, moral, emosional, mendorong anak untuk melakukan interaksi misalnya dalam bentuk tanya jawab dengan guru atau orangtua.

Agar para peserta dapat melihat, mendengar dan merasakan langsung, seperti apa itu reading aloud, maka Ibu Rossie memberi contoh dengan membacakan sebuah buku cerita karangan Clara Ng

Reading Aloud

Apakah yang dirasakan saat read aloud?

Setelah dongeng selesai dibacakan, para peserta pun ditanya, apakah yang dirasakan saat mendengarkan cerita? Beginilah ringkasan jawabannya:

  • suasana menjadi tenang (serius!)
  • pendengar (yang walaupun semua Ibu-Ibu, bukan anak-anak) menjadi fokus, semua larut dalam cerita
  • emosi yang diceritakan dalam buku dapat ditangkap dan dirasakan juga oleh para audience. Kebetulan cerita yang dipilih adalah kisah sedih, jadi suasanya menjadi agak-agak mellow gitu deh 🙂
  • adanya suasana kedekatan antara pembaca dan pendengar.
  • timbul pertanyaan-pertanyaan spontan selama proses pembacaan yang pada gilirannya akan menuntun pada tindakan ‘think aloud’

Nah, nah,nah, ternyata, kegiatan dibacakan cerita, di-reading aloud-kan untuk orang dewasa itu menyenangkan, apalagi untuk anak-anak yang pada dasarnya memiliki imaginasi tingkat dewa, jauh melampaui level daya khayal penulis buku  orang dewasa.

Oke, setelah tahu enaknya, semua mau dong melakukan aktivitas ini. Eits tunggu sebentar, ada beberapa persiapan yang harus dilakukan agar kegiatan ini berdaya guna, tepat guna dan fun guna.

Pertama, pilih buku yang tepat

Kedua bangun suasana sesuai dengan tahapan-tahapan reading aloud yaitu: persiapan, sebelum  reading aloud, saat reading aloud yang kemudian dapat diikuti dengan kegiatan lanjutan yang relevan

Seperti apa buku yang baik untuk reading aloud? Bagaimana rincian tahapan-tahapan reading aloud? Hhhmm…karena penjelasannya agak panjang, maka akan saya tuangkan dalam tulisan selanjutnya. Jadi stay-tuned ya. Sementara coba dulu lakukan percobaan reading aloud pada anak sendiri, anak tetangga, adik kandung, adik pinjaman, atau siapa saja deh dan lihat apakah suasana reading alound seperti yang saya ceritakan di atas kejadian juga pada diri sodara-sodara sekalian 🙂

Oiya saya pernah menulis tentang perbedaan mendongeng (storytelling) dan membaca lantang (reading aloud). Linknya ada di sini yaaaa…

Baca juga :

Reading Aloud, Bagaimana Caranya? – Part 2 : Memilih Buku

Reading Aloud, Bagaimana Caranya? – Part 3 : Tahap-Tahap Reading Aloud

 

Iklan

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s