Workshop dan Storytelling di Sekolah Bina Gita Gemilang

 

Jadi ceritanya di suatu siang di bulan Agustus tahun 2015, saya mendapatkan inbox dari Mbak Tia. Beliau memperkenalkan diri sebagai Libarian alias pustakawan di Sekolah Bina Gita Gemilang di daerah Tebet. Dalam inboxnya saya diajak untuk menjadi pengisi acara dalam rangkaian kegiatan Bulan Bahasa di sekolah tersebut (buat yang belum tahu, Bulan Bahasa jatuh setiap Oktober). Saya langsung bilang sanggup 🙂 dengan syarat tanggal ditentukan jauh-jauh hari supaya saya bisa mengatur waktu cuti dari kantor. Dan jreng… ditetapkanlah tanggal 20 Oktober 2015 sebagai hari H. Setelah diskusi dengan Mbak Tia diaturlah jadwal acara sebagai berikut :

  • Storytelling untuk anak kelas 1 dan 2
  • Workshop singkat menulis untuk anak kelas 3 dan 4

Persiapan

Untuk mendukung acara ini, pihak Sekolah meminta saya menyediakan buku-buku yang akan dibagikan kepada para siswa .Yes. Tidak tanggung-tanggung, di acara tersebut pihak Sekolah akan membagikan buku-buku kepada seluruh murid peserta. Semua biaya untuk menyediakan buku ini ditanggung oleh Sekolah, jadi anak-anak mendapatkan buku-buku ini secara gratis. Wow!

Judul buku yang akan dibagikan adalah..

 

Selain menyiapkan buku untuk dibagikan, tentu saya mesti menyiapkan materi workshop dan bahan dongeng. Oke, persiapan sudah matang, tinggal menunggu harinya. Saya pikir semua pasti akan lancar-lancar saja. Tetapi ternyata…saya salah. Dua hari menjelang hari cuti saya, mendadak muncul agenda meeting dimana saya harus hadir. Tidak bisa diwakilkan. O My! Untunglah setelah negosiasi panjang lebar dan mendalam dengan pihak yang berkepentingan, saya tetap boleh cuti dengan catatan saya sudah tetap harus ada di kantor jam 4 sore di tanggal tersebut. Tak masalah. problem solved!

Library Tour

On the D-Day, saya datang kepagian karena takut macet. Saya diajak menunggu di ruang perpustakaan yang alamak…besar. Perpustakaan itu bukan cuma besar, koleksi bukunya pun banyak, kebanyakan berbahasa Inggris karena bahasa pengantar di sekolah itu ternyata adalah Bahasa Inggris. Mbak Tia menjelaskan bahwa beliau kekurangan referensi untuk mendapatkan buku-buku berbahasa Indonesia karangan penulis lokal. Segera saja saya infokan nama-nama penulis Indonesia yang karyanya layak dijadikan koleksi perpustakaan.

Perpustakaan ini sangat banyak pengunjungnya. Pokoknya ramai! Iya. Ramai. R-a-m-a-i. sekali lagi : RAMAI!

Program membaca buku di perpus menjadi program wajib di sekolah. Bukan cuma membaca yang wajib tetapi juga membuat resensi. Jadi anak-anak sudah dibudayakan untuk mencintai buku. Wah! Ada juga hadiah untuk anak yang rajin membaca, kalau tidak salah hadiahnya adalah boleh duduk di sofa perpus 🙂 Sebenarnya saya sempat mengambil foto di perpus tapi sayang foto itu tidak sengaja dibersihkan dari handhpone * ihiks*. Okeh. Setelah waktunya tiba, sayapun diajak ke aula tempat acara akan diadakan….

Let the Storytelling begin…

Ehem, kesan pertama : wow! ternyata di aula ada panggung. Di panggung ada spanduk. Di spanduk itu ada tertulis acara dongeng dan nama Yovita Siswati hehehe….  Tak menyangka sekolah sudah menyiapkan acara ini dengan begitu baiknya.

Acara dibuka oleh Pak Kepsek yang memberi sepatah dua patah kata pengantar. Kata Pak Kepsek, “Anak-anak, Kak Yovita sudah datang jauh-jauh, sudah cuti dari pekerjaan demi mendongeng untuk kalian, jadi dengarkan baik-baik ya…” Hihihi, saya jadi meringis mendengar kata pengantar yang singkat dan lugas itu.

Sebelum mendongeng, saya kenalan dulu, tak lupa properti bando telinga kelinci nemplok dulu di telinga saya. Audience batch 1 adalah anak klas 1 dan 2. Buku yang dibacakan adalah Dongeng Pipi Tak Mau Terbang. Dan mereka…heboh! tidak malu-malu, menjawab dengan keras kalau ditanya dan tak sungkan-sungkan ikut Kak Yovita mengaum, berdebam, mencicit dan ber-think, think, think, think, persis seperti gaya Pipi yang kiyut di sampul buku.

PIpi Tak Mau Terbang

Okeh, setelah suara serak dan kaki pegal, acara dongeng selesai, diakhiri dengan foto bersama dan pembagian buku yang ditandatangan Kak Yovita.

Workshop Seru!

Di batch kedua, audience saya lebih tenang karena mereka sudah kelas 3 dan 4. Materi pun lebih serius. Setelah kenalan, saya mulai menceritakan tentang jenis karya tulis. Lalu masuk ke pembahasan lebih menantang : membuat karakter. Saya memperkenalkan dua cara melakukan exercise penciptaan karakter, dengan deskripsi dan gambar. Yang berani maju menceritakan karakter ciptaannya tentu saja akan dapat hadiah 🙂

Tahap kedua tak kalah seru : Membuat plot!

 

Wohoo, banyak hasil yang bagus dan menarik. Acara pun selesai dan saya kembali ke perpustakana untuk melakukan sesi book signing lagi 🙂 🙂

IMG-20160116-WA0017

 

Dan inilah dia foto-foto anak-anak dengan buku-buku baru mereka.

 

Acara pun selesai. Terimakasih banyak pihak sekolah untuk acara yang seru, persiapan yang matang dan komitmennya untuk membuat anak-anak mencintai buku. Thanks juga untuk Mbak Tia dan para guru serta Bapak Kepala Sekolah yang sudah menyiapkan semua untuk acara ini. Semoga acara dan buku-bukunya juga berkesan untuk anak-anak.

Epilog

Eits tunggu sebentar, acara sudah selesai tetapi perjalanan saya hari itu belum. Jadi setelah meninggalkan sekolah. Saya buru-buru cari taksi untuk sampai ke kantor. Dan…Darn it! Macet. Jadi segera setelah taksi berbelok ke jalan menuju kantor, saya pun nekad turud dari taksi dan berlari sepanjang trotoar untuk mengejar waktu. Saya berhasil sampai tepat waktu! Malah masih ada kesempatan untuk cuci-cuci muka dulu. Thanks to my leg yang kuwat diajak lari 🙂

 

Iklan