Fabel ABC – Behind the Scene


Awal mula proses penulisan buku ini sudah terjadi kurang lebih dari tiga tahun yang lalu, saat si Nitya, putri sulung saya baru berumur 4 tahun. Sebenarnya karena dialah buku ini tercipta.

It’s all Nitya’s idea!

Gagasan untuk menulis buku ini datang tiba-tiba saat saya sedang bermain dengan Nitya. Waktu itu Nitya sedang asyik-asyiknya belajar phoenetic dalam bahasa Inggris. Oiya buat yang belum tahu, Nitya itu sejak awal mula bisa ngomong, yang keluar adalah Bahasa Inggris. Nitya mulai lancar bicara umur dua tahun dan kalimat utuh pertama yang diucapkannya adalah : Wow! It is amazing!  Kalimat ini keluar saat dia mengamati dekor pesta ultahnya yang kedua. Daaan, yang kejengkang kaget waktu dengar Nitya ngomong enggres dengan logat native bukan cuma emaknya tapi juga bapaknya, eyangnya, opanya, tantenya, oomnya, semua sanak saudara dan handai taulan serta segenap tamu undangan.  Reaksiku saat itu adalah: widiy ini anak eike kenapa mendadak British?

Okeh, singkat kata, sejak saat itu Nitya senantiasa berbahasa Inggris, gak peduli dengan siapapun. Akibat ulahnya orang serumah termasuk para Mbak pun jadi ikutan ngomong enggres. Sampai tukang sayur, bakul ikan, sopir angkot pun kalo ketemu Nitya jadi ikutan sok ngenggres. Sebabnya simpel : Nitya menolak berbahasa Indonesia. Orang ngomong Indonesia, dia jawab Inggris. Jadi untuk berkomunikasi dengan Nitya semua terpaksa berbahasa Inggris. Gak tau dia belajar dari mana. Mungkin dari Disney Channel, mungkin dari DVD Ray Charles  punya bapaknya (btw Nitya jaman bayi baru mau bobok pules saat diperdengarkan lagu bluesynya Opa Ray Charles), mungkin juga *ehem* emang turunan emaknya yang cerdas *plak!*

Oiya segala suka duka mengurus Nitya waktu kecil dulu bisa dibaca di buku Baby Gokil.

Back to ABC series, saat itu, tiga tahun silam, saya sedang menemani Nitya membaca buku (Nitya sudah lancar membaca buku sendiri di usia 3,5 tahun, tentu bukunya juga dalam Bahasa Inggris – malah waktu TK dulu dia sering diminta membacakan buku untuk teman-teman sekelasnya – saat itu Nitya sekolah di TK berbahasa Inggris dengan guru dari India jadi keinggrisannya tidak dianggap aneh – namun saat SD Nitya pindah ke sekolah swasta kurikulum nasional biasa dan dengan susah payah harus belajar bahasa Indonesia *uhuks – saya nyengir dulu sebentar mengingat saat-saat Nitya berbelepotan berbahasa Indonesia untuk pertama kalinya).

Oke, back to the story, saat itu dia sedang belajar fonetik macam ball falls in halls, etc etc. Laluuu… tanpa sengaja, gak nyambung dengan buku yang sedang di bacanya, Nitya nyeletuk, “mama let’s play a game, let’s make setences and then stories with words starting with same letters.”  GLEK. Saya menelan ludah, ini anak mau ngajak emaknya bermain bergembira ria atau mau ngetes kapasitas otak emaknya? Baru kali ini saya setress diajak main sama anak kecil, dan anak kecilnya anak sendiri pulak. Jadiii Nitya ingin saya dan dia berbalas kata membentuk satu kalimat yang tersusun atas kata-kata yang berhuruf depan sama. Begini nih contohnya :

Nitya: A Bear

Saya: Bring

Nitya: Big

Saya: Banana

Nitya : in a Bucket

Saya: and Bluebells

Nitya: for the Butterflies

Dst, dst, dst hingga terbentuk satu cerita utuh. Kata-kata utamanya harus berhuruf sama. Kalau Nitya mood dengan huruf B, maka ia akan mengajak bermain dengan huruf B. Lain hari ia akan mengajak bermain huruf T, K, P, dan yang paling bikin keder adalah huruf Z.

Lama-kelamaan, saya jadi berpikir kenapa tidak dijadikan buku saja permainan kata-kata ini. Kenapa saya tidak membuat cerita dari kata-kata utamanya memiliki huruf depan yang sama. Dari kata-kata yang digunakan ini, anak-anak bisa mulai belajar kosakata Bahasa Inggris, bisa mulai mengenali struktur kalimat dalam Bahasa Inggris dan mulai bisa mengidentifikasi mana kata benda, kata sifat, kata kerja, dan seterusnya.  Maka ditulislan buku ini.

Proses Menulis

Proses menulis agak tersendat sebenarnya karena saya sebagian besar sudah lupa huruf-huruf, kalimat-kalimat dan cerita yang sudah pernah saya mainkan dengan Nitya. Jadilah saya berbalas pantung dengan diri sendiri selama proses penulisan. Kadang kalau diri saya sudah lelah melawan diri saya sendiri dalam game berbalas pantun dan stok kata sudah menipis, saya sengaja samperin si Nitya: Nit, Nit, let’s play letter M yuuuk…hehehe…Tapiii siasat ini tidak pernah berhasil, karena Nitya sudha bosen dengan mainan ginian. Jadi 99 persen cerita dalam buku ini saya hasilkan saat sedang berdialog eh bermonolog eh apalah entah namanya dengan diri sendiri.

Supaya akrab dengan anak-anak, tokoh utama dalam cerita sengaja saya buat binatang semua.

Jumlah cerita ada 26 sesuai jumlah alfabet. Satu cerita terdiri dari 10 kalimat. Sengaja juga saya pilih kata-kata yang simpel dan struktur yang juga sederhana karena memang buku ini ditujukan untuk anak-anak yang baru mulai berkenalan dengan Bahasa Inggris.

Menuju Penerbitan

Saya mengirim naskah ini ke BIP dan langsung acc *joged disco* Setelah itu barulah dimulai proses yang panjaaaaaaaang merancang ilustrasi buku dengan ilustrator heibat Mas Iksan Ridwan. Untunglah Mas Iksan sabar banget mengakomodasi semua masukan saya yang cerewet dan seakan ga ada habisnya ini. Singkat cerita ilustrasi selesai dan cerita saya diperiksa ulang oleh Tim BIP, setelah sedikit revisi, jreng, jadilah buku masuk percetakan. Lama proses dari naskah acc hingga jadi buku adalah kurang lebih : 2 tahun 🙂 🙂

Sekian saja ceritanya. Semoga ada manfaat yang bisa diambil dari proses penciptaan buku ini. Terimakasih sudah membaca postingan saya yang berantakan ini sampai selesai daaaan jangan lupa beli bukunya ya.

Happy Reading!

Iklan