Behind the Scene – Sekarang Aku Tahu!

Jadi beginilah proses kelahiran buku “Sekarang Aku Tahu” :

Pencarian Ide

Untuk buku yang ini, ide tidak dicari, tetapi datang sendiri saat saya sedang membaca daftar isi buku pelajaran si Kakak. Ada pelajaran tentang ilmu alam dasar seperti cuaca, siang-malam, musim, warna, etc. Ilmu-ilmu ini saya pikir akan jauh lebih menarik kalau dibuat dalam bentuk cerita bergambar. Selain itu Si Kakak, yang terdorong dari ketidapuasannya membaca buku pelajarannya di sekolah, dengan rajin menonton Nat Geo Wild dan National Geographic channel serta browsing internet hanya untuk mencari tahu apa bedanya nocturnal dan diurnal animal sampe ngelotok, hingga akhirnya si Kakak bisa dengan pede mengklasifikasikan pak satpam penjaga malam sebagai “nocturnal” creature.

Well, akibat peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam hidup saya di atas, maka timbulah ide untuk menulis buku cerita bergambar tentang konsep-konsep science sederhana.

Penentuan Format

Untuk picture book, jumlah halaman yang saya buat tidak pernah meleset dari angka 20 – 24 halaman (kelipatan 4) kecuali ada permintaan khusus dari penerbit atau editor. 1 halaman terdiri dari dua kalimat berima Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Karena mau dibuat berseri tentunya harus ada lebih dari satu cerita. Niatnya mau bikin 10 cerita tapi otak saya tidak mampu karena saya ngotot kalimat Inggrisnya harus berima juga. Akhirnya setelah memeras kepala sambil jungkir balik, jadi juga lima cerita. Proses penulisannya satu bulan.

Proses Penerbitan, Editing, Ilustrasi

Naskah saya kirim ke BIP dan langsung acc dalam waktu tak terlalu lama. Setelah itu dimulai proses editing yang lama. Naskah yang saya kirim tadinya saya buat berbentuk stiker book (yang saat penulisan naskah sedang ngetrend). Ternyata format sticker book ini kurang feasible karena biaya produksi yang ujung-ujungnya bisa bikin harga buku jadi mahal. Lalu beberapa cerita harus saya revisi. Setelah naskah beres barulah boleh mencari ilustrator.

Proses pencarian ilustrator seperti biasa : pusing! Karena sample yang masuk semua bagus-bagus. Setelah berkonsultasi dengan editor maka dipilihlah Mas Yudianto Rahardjo sebagai ilustrator buku ini. Proses ilutrasi buku juga agak sedikit lama karena sesuai trend yang sedang in, ada permintaan dari penerbit untuk membuat ilustrasi yang lebih plain, lebih simple, lebih minimalis. Maka terjadilah beberapa kali revisi untuk menentukan “gaya” ilustrasi yang tepat. Hasil akhirnya sangat memuaskan. Mas Yudianto benar bisa menerjemahkan keinginan penerbit dan penulis menjadi ilustrasi yang hidup.

Bagian akhir dari proses ini adalah pemberian judul buku. Tadinya naskah disubmit dengan judul “Basic Science for Kids”, tapi karena kurang heboh, harus diganti, sehingga terbitlah nama “Sekarang Aku Tahu!”

Terharu rasanya waktu bukti terbit sampai di rumah ­čÖé Langsung saya sorongkan buku itu pada si Kakak karena untuk dialah buku ini ditulis. Tapi eh ternyata, semua ilmu dari buku itu si Kakak “Sudah Tahu”, karena proses penerbitan buku ini memakan waktu satu tahun lebih. Jadi si Kakak sudah mencari tahu sendiri lewat sumber-sumber lain, sebab buku Mamah gak terbit-terbit.┬áSi Adiklah yang sekarang mendapat ┬ámanfaat dari buku ini.┬áSi Adiklah yang sekarang asyik mencari bulan bersama Puk Puk Celepuk, mencari rumah bersama si Manekineko, mencari kue bersama Uni Pegasus, mencari warna bersama Nilo Kuda Nil dan mencari pakaian bersama si Beruang.

Semoga saja buku ini bermanfaat untuk anak-anak Indonesia ­čÖé

Iklan