Behind the Scene – Seri Menjadi Indonesia Karya Yovita Siswati

Setelah detail buku saya posting, seperti biasa, sekarang giliran untuk menceritakan bagaimana proses penciptaan buku-buku saya yang masuk dalam seri Menjadi Indonesia terbitan Penerbit Asta Ilmu.

Seri Menjadi Indonesia digagas oleh Penerbit Asta Ilmu dan terdiri dari banyak buku yang ditulis oleh penulis yang berbeda-beda dan dengan tema yang berbeda-beda pula dan diilustrasi oleh ilustrator yang juga berbeda-beda. Beberapa penulisnya adalah Ibu Murti Bunanta, Mbak Dian Kristiani, Mbak Arleen Alexandra, Mbak Renny Turangga dan Mbak Stella Ernest. Ini beberapa buku dari Seri Menjadi Indonesia.

Pembicaraan awal dengan Penerbit

Kira-kira satu setengah tahun lalu, di akhir tahun2018, saya ditawari untuk ikut menulis buku anak oleh Mbak Yenny dari penerbit Asta Ilmu yang saat itu baru akan memulai penerbitan lini buku cerita anak. Saat itu Penerbit sekaligus memberitahu term dan kondisi bila naskah saya terpilih untuk diperbitkan, sebagai bahan pertimbangan apakah saya mau terlibat dengan proyek mereka atau tidak. Satu minggu waktu yang diberikan untuk saya berpikir. Ketika saya menjawab ya, Mbak Yenny meminta saya menyerahkan sampel naskah dengan tema bebas. Sampel itu akan diseleksi bersama dengan sampel dari penulis-penulis lainnya

Beberapa hari kemudian saya menyerahkan dua sampel naskah : Tangan-Tangan Yang Menari dan Bendi dan Dompu. Lolos. Dari dua diminta menjadi lima lalu digenapi menjadi enam. Masing-masing dari enam naskah ini memiliki kisah sendiri-sendiri.

TANGAN-TANGAN YANG MENARI, menceritakan tentang seorang anak perempuan dan sehelai kain yang berusaha mengatasi rasa kehilangan Ibunya dengan membatik. Dalam buku ini saya berusaha untuk membuat cerita dengan metafora dengan menggunakan motif-motif batik. Buku pertama saya yang juga menggunakan metafora adalah cerita dalam Serial Dorothy Si Berang-Berang Merah Jambu : Apakah Warna Cinta yang diterbitkan oleh BIP. Cerita ini adalah yang pertama yang saya buat dalam seri ini dan juga adalah favorit saya karena tema ceritanya.

Apabila penulisannya adalah yang pertama selesai maka, ilustrasinya adalah yang terlama dengan banyak mulai dari sketsa hingga pewarnaan. Text juga ada sedikit mengalami perubahan selama proses ilustrasi. Lega sekali saat akhirnya buku ini bisa selesai dengan hasil yang baik. Ilustrasi dikerjakan oleh Mbak Ning Rahayu.

BENDI DAN DOMPU, menceritakan tentang persabatan antara kereta kuda dan kudanya. Cerita ini adalah oleh-oleh dari sebuah workshop yang sudah lama mangkrak di laptop saya. Setelah beberapa perbaikan, naskah ini saya submit dan diacc. Pengilustrasian cerita ini cukup cepat dan buku ini menjadi yang kedua selesai setelah buku Rumah untuk Umang. Ilustrasi buku ini dikerjakan oleh mas Dhidit Nuriawan.

IMPIAN BOMA adalah cerita ketiga yang saya buat. Isinya tentang sebuah alat musik yang merasa tidak berguna karena tidak ada yang ingin memainkannya. Cerita ini tentang bagaimana menghargai diri sendiri, hingga timbul kesadaran bahwa setiap benda/mahluk memiliki keunikan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing dan tentang sikap pantang menyerah.

Riset untuk buku ini adalah yang paling lama dan sulit. Sempat galau, siapa yang akan dijadikan karakter utama, Si Alat Musik atau si Anak laki-laki. Akhirnya saya memilih Si Alat Musi, Boma, untuk dijadikan tokoh utama. Proses ilustrasi dan finishing cukup cepat. Ilustrasi dibuat oleh Mbak Ning Rahayu.

PENANTIAN NANDI, adalah kisah tentang Nandi, seorang anak dari suku Kajang dalam yang ingin sekali bisa sekolah. Inspirasi cerita ini saya dapat saat menonton video tentang perjuangan para relawan yang rela berjalan jauh untuk menjangkau anak-anak yang tinggal di pedalaman Sulawesi ini. Riset cukup panjang, tetapi menyenangkan.

Proses ilustrasi sempat tersendat dan melalui penggantian ilustrator hingga akhirnya dikerjakan oleh Mas Danang Suyudi.

HILANG DI RUMAH NENEK, percaya atau tidak, naskah untuk cerita ini pertama kali saya buat di tahun 2004. Iya, selama itu. Tadinya cerita ini adalah bagian dari suatu seri yang tidak jadi-jadi. Naskah yang tadinya berbentuk cerpen ini saya modifikasi, diberi tema baru, dan ditulis ulang menjadi picture book. Voila! Akhirnya jadi juga dalam bentuk yang sama sekali berbeda dengan apa yang semula direncanakan untuk naskah ini.

Buku ini bercerita tentang petualangan dua saudara dan kedua sepupunya di dalam rumah nenek mereka yang besar dan banyak tempat tersembunyi. Penerjaan ilustrasi buku ini adalah yang paling lama dari seluruh seri dan paling banyak revisi, karena detail yang cukup banyak dan rinci. Ilustrasi dikerjakan dengan apik oleh Mas Nurman.

RUMAH UNTUK UMANG, adalah cerita tentang seekor anak badak Kalimantan yang kehilangan ibunya setelah dikejar-kejar pemburu liar. Tema besarnya adalah tentang penyelamatan linkungan dan satwa langka.

Ide cerita ini timbul tahun 2018 saat saya berada di Bandara Sepinggan Balikpapan. Saat itu saya menemukan foto aktivitas komunitas penyelamat Badak Kalimantan. Terus terang, sampai saat itu saya tidak tahu kalau di Kalimantan ada Badak juga, jenisnya Badak Cula Dua. Saya pikir Badak hanya hidup di Ujung Kulon dan di Sumatra, sementara Badak Jawa sudah punah dari jaman Belanda. Dalam beberapa kali kesempatan berkunjung ke pedalaman Kalimantan setelah itu, saya masih menemukan foto-foto tersebut dipajang di Bandara, maka timbul niat saya untuk menulis tentang Badak Kalimantan.

Proses penulisan kira-kira dua minggu dan tadinya naskah ini akan saya gunakan untuk proyek lain, tetapi ternyata jodohnya adalah dengan Penerbit Asta Ilmu. Cerita ini yang terakhir saya submit, tetapi yang pertama selesai. Text mengalami banyak perubahan. Yang unik, karena setiap hari termakan kesibukan, revisi untuk naskah ini, baru sempat saya kebut saat saya berada di pedalaman Sulawesi Tenggara selama beberapa hari untuk keperluan pekerjaan, di tempat yang signalnya naik turun, dan kehidupan sudah mati setelah matahari tenggelam pada pukul 6 sore serta channel televisi yang ada hanya tv lokal dengan kualitas gambar menyedihkan. Revisi dilakukan dengan handphone. Ilustrasi juga mengalami beberapa perubahan. Ilustrasi mengesankan dikerjakan oleh mas Heru. Yang paling saya suka dari ilustrasi buku ini adalah penggambaran karakter si Umang.

Setelah semua proses finishing, buku ini pun terbit dan sudah tersedia di mentaripedia.com. Mudah-mudahan saja buku-buku ini bermanfaat untuk anak-anak Indonesia

Baca juga :

Iklan